Latest Post
21.18
Berkah Sesaat di Tahun Politik
Written By Edy Abujamil on Kamis, 16 Januari 2014 | 21.18
Sumenep-Pesta demokrasi lima tahunan akan digelar bulan April 2014 mendatang. Berbagai persiapan sudah dilakukan baik oleh pelaksana yaitu KPU dan juga parpol peserta Pemilu. Para caleg sudah mulai sibuk dengan berbagai macam persiapan, mulai dari persiapan atribut maupun persiapan lainnya. Gambar-gambar dengan berbagai macam ukuran mulai memenuhi kanan kiri jalan dan di lokasi strategis lainnya. Berbagai macam janji dan kata-kata manis bertebaran menghiasi foto para caleg.
Kesibukan dari para caleg ini dapat kita lihat dan kita rasakan saat ini di sekitar kita. Hilir mudik mobil dengan berbagai macam gambar yang menempel berkeliling dari kota hingga pelosok desa. Dibalik semua itu ternyata aktifitas para caleg ini membawa berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat. Tempat-tempat percetakaan misalnya mendadak kebanjiran order. Banyak tempat percetakan bahkan kewalahan untuk mencetak keperluan para caleg hingga lemburpun dilakukan untuk mengatasi membludaknya pesanan. Untuk atribut Caleg DPRD Kabupaten saja misalnya bisa menelan dana hingga puluhan juta rupiah, apalagi Caleg DPRD Provinsi dan Caleg DPR RI, tentu jauh lebih besar lagi.
Dari sisi ekonomi tentu ini menggembirakan, berapa banyak tenaga yang terserap untuk perhelatan lima tahunan ini. Jumlah pengangguranpun bisa sedikit berkurang di tahun politik ini. Maklum saja, baik KPU Pusat hingga daerah banyak membutuhkan tenaga untuk kepentingan persiapan Pemilu. Terlebih lagi dibidang percetakan yang memproduksi berbagai macam pernak-pernik Pemilu, baik pesanan dari pihak KPU maupun kebutuhan para Caleg.
Pertemuan dan pendekatan kepada kontestuenpun mulai dilakukan. Karena mereka berfikir tidak cukup hanya sosialisasi melalui media yang ada, maka para calegpun silih berganti turun untuk sekedar bertatap muka dan bertegur sapa dengan masyarakat. Pertemuan demi pertemuan yang dikemas dengan berbagai macam kemasan digelar, entah itu bentuknya silaturrahmi atau temu kader. Tidak jarang dalam setiap pertemuan dengan masyarakat para caleg membagi-bagikan atribut berupa kaos, kalender, stiker dan bermacam atribut lainnya. Dan yang terpenting dalam setiap acara yang dihadiri oleh para caleg adalah amplop yang berisi uang puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
Bisa dibayangkan berapa besar perputaran uang di tahun politik ini. Inilah Berkah sesaat di tahun politik. Masyarakat awampun berfikir dan berandai-andai,”Andai saja pertemuan semacam ini dilakukan setiap bulan atau bahkan tiap minggu, alangkah senangnya”.
Para caleg yang umumnya memang berasal dari kalangan berduit dan berdasi ini mendadak dermawan dan murah senyum. Pemandangan yang sulit dilihat di gedung-gedung wakil rakyat negeri ini, dimana ketika seseorang misalnya mengajukan proposal kegiatan kepada anggota dewan harus bolak-balik namun akhirnya hanya dapat bantuan sekedar cukup mengganti bensin dan uang makan si pembawa proposal, atau bahkan harus kembali dengan tangan hampa.
Harapan rakyat akan adanya perubahan yang lebih baik dan untuk mendapatkan wakil yang bisa memperjuangkan rakyat dan sekaligus dekat dengan rakyat hanyalah harapan yang sulit terealisasi, sebab mayoritas para caleg ini setelah terpilih dan duduk di kursi dewan pelan tapi pasti akan menjauh dari rakyat. Ibarat kata pepatah “Hangat-hangat tahi ayam”.
Yang pasti moment itu akan terulang lagi lima tahun mendatang. (AJ)
Label:
kabarmadura,
politik
04.31
PT. Garam hanya menjadi sarang koruptor untuk menghisap hasil peroduksi garam di tanah nenek moyang rakyat.
SURABAYA, Jaringnews.com - Petani sampai saat ini dinilai belum diposisikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah, baik pusat maupun provinsi, sangat jelas mengabaikan keberadaan petani.
Penilaian itu disampaikan Fairouz Huda, ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, dalam merespon Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa, 24 September.
Pengabain itu, kata Fairouz, misalnya terlihat jelas dari kebijakan pemerintah yang memberikan jalan yang seluas-luasnya kepada importir untuk mengguyurkan buah-buahan, garam, dan hasil tani lainnya ke Indonesia, yang notabene negara agraris.
"Sudah saatnya kaum tani dan mahasiswa bergerak, bersatu, merebut kekuasaan, dan mengelolahnya untuk kepentingan para petani yang masih saja marjinal," kata Fairouz, di Surabaya, Selasa (24/9).
Para petani pun marah. Namun, menurut Faurouz, tidak cukup dengan teriakan di jalanan. Sebab, ternyata selama ini isi teriakan-teriakan para petani tak pernah didengaerkan pemerintah.
"Bahkan, dengan penuh keacuhannya, para pemimpin kita itu, ingin merubah kemolekan negeri ini dari wajah pertaniaannya menjadi wajah industrialisasi," tegas pria kelahiran Madura ini.
Ia menambahkan, sudah berapa petak tanah lahan pertanian punya petani dijarah melalui kekuasaannya untuk dijadikan bangunan gedung-gedung para kaum borjuis, yang kemudian menjadi tempat untuk menindas rakyat.
Maka, lanjut dia, saatnya kuasa rakyat diwujudkan dengan cara mengganti rezim yang pro neoliberal yang selama ini memperkosa hak-hak hidup kaum tani. "Usir para penjajah berdasi itu dari kursi rakyat yang selama ini mereka nikmati," tandasnya.
"Kembalikan tanah-tanah rakyat, yang selama ini dikelolah para pihak yang korup atas hasil pertaniannya," imbuhnya.
Ia mencontohkan tanah-tanah yang sekarang dikelola PT. Garam, di Sumenep. Tanah tersebut adalah tanah milik rakyat. Namun, sayangnya, PT. Garam hanya menjadi sarang koruptor untuk menghisap hasil peroduksi garam di tanah nenek moyang rakyat.
"KPK harus segera turun tangan, tangkap mereka dan kembalikan aset PT. Garam kepada rakyat," pungkasnya.
sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/49148/pmii-jatim-kembalikan-tanah-pt-garam-pada-rakyat-
PMII Jatim: Kembalikan Tanah PT Garam pada Rakyat!
Written By Edy Abujamil on Sabtu, 04 Januari 2014 | 04.31
Ilustrasi
SURABAYA, Jaringnews.com - Petani sampai saat ini dinilai belum diposisikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah, baik pusat maupun provinsi, sangat jelas mengabaikan keberadaan petani.
Penilaian itu disampaikan Fairouz Huda, ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, dalam merespon Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa, 24 September.
Pengabain itu, kata Fairouz, misalnya terlihat jelas dari kebijakan pemerintah yang memberikan jalan yang seluas-luasnya kepada importir untuk mengguyurkan buah-buahan, garam, dan hasil tani lainnya ke Indonesia, yang notabene negara agraris.
"Sudah saatnya kaum tani dan mahasiswa bergerak, bersatu, merebut kekuasaan, dan mengelolahnya untuk kepentingan para petani yang masih saja marjinal," kata Fairouz, di Surabaya, Selasa (24/9).
Para petani pun marah. Namun, menurut Faurouz, tidak cukup dengan teriakan di jalanan. Sebab, ternyata selama ini isi teriakan-teriakan para petani tak pernah didengaerkan pemerintah.
"Bahkan, dengan penuh keacuhannya, para pemimpin kita itu, ingin merubah kemolekan negeri ini dari wajah pertaniaannya menjadi wajah industrialisasi," tegas pria kelahiran Madura ini.
Ia menambahkan, sudah berapa petak tanah lahan pertanian punya petani dijarah melalui kekuasaannya untuk dijadikan bangunan gedung-gedung para kaum borjuis, yang kemudian menjadi tempat untuk menindas rakyat.
Maka, lanjut dia, saatnya kuasa rakyat diwujudkan dengan cara mengganti rezim yang pro neoliberal yang selama ini memperkosa hak-hak hidup kaum tani. "Usir para penjajah berdasi itu dari kursi rakyat yang selama ini mereka nikmati," tandasnya.
"Kembalikan tanah-tanah rakyat, yang selama ini dikelolah para pihak yang korup atas hasil pertaniannya," imbuhnya.
Ia mencontohkan tanah-tanah yang sekarang dikelola PT. Garam, di Sumenep. Tanah tersebut adalah tanah milik rakyat. Namun, sayangnya, PT. Garam hanya menjadi sarang koruptor untuk menghisap hasil peroduksi garam di tanah nenek moyang rakyat.
"KPK harus segera turun tangan, tangkap mereka dan kembalikan aset PT. Garam kepada rakyat," pungkasnya.
sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/49148/pmii-jatim-kembalikan-tanah-pt-garam-pada-rakyat-
Label:
kabardesa
04.15
Lingkungan Jorok PT Garam Didemo
TRIBUNNEWS.COM , SUMENEP – Sedikitnya 30 aktifis yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), menggelar aksi demo ke Kantor PT Garam (persero), yang berlokasi di Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jumat (13/12/2013).
Korlap aksi KMS, Zainollah mengatakan PT Garam (Persero) tidak transparan dalam mengelola dana CSR, serta dana CD sehingga di lingkungan perusahaan kondisinya sangat kotor, cemar, serta mengganggu masyarakat sekitar. Tumpukan sampah terlihat dimana-mana, aliran air tidak mengalir normal, serta menjadi sarang nyamuk bila musim hujan.
"Lihat saja pak, sampah banyak berserakan dimana-man, air bah tidak mengalir dengan sempurna. Akibatnya jadi genangan air yang mengganggu lingkungan sekitarnya," ujar Zainollah.
Mahasiswa menuding, Program Kemitraan dan Bina lingkungan (PKBL) yang wajib hukumnya bagi perusahaan BUMN, tidak direalisasikan PT Garam. Untuk itu, KMS mengancam akan melakukan aksi demonstrasi terus-menerus, bila PT Garam tetap tidak mempedulikan kondisi lingkungan.
Para pendemo, yang notabene putra petani garam, mengancam akan mengusir PT Garam yang hanya mengeruk keuntungan dari Sumenep, tapi tidak memberikan kontribusi yang jelas terhadap masyarakat sekitar.
Humas PT Garam (persero), RB Farid Zahid membantah bila pihaknya dituding tidak peduli lingkungan. Diakuinya, semua program yang menjadi tanggungjawab perusahaan milik negara itu, sudah terlaksana dengan baik.
"Kami tidak setuju dengan tudingan mahaasiswa, karena dari 100 persen penghasilan perusahaan, 40 persennya sudah diagendakan pada program bina lingkungan, serta bantuan sosila terhadap korban bencana alam," bantah RB Farid Zahid.
Farid Zahid berjanji, akan memenuhi tuntutan pendemo, dengan membersihkan lingkungan yang dinilai menghambat saluran air. "Termasuk tuntutan transparansi penggunaan dana CSR, CD dan PKBL,’’ imbuhnya.
sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/13/lingkungan-jorok-pt-garam-didemo
Korlap aksi KMS, Zainollah mengatakan PT Garam (Persero) tidak transparan dalam mengelola dana CSR, serta dana CD sehingga di lingkungan perusahaan kondisinya sangat kotor, cemar, serta mengganggu masyarakat sekitar. Tumpukan sampah terlihat dimana-mana, aliran air tidak mengalir normal, serta menjadi sarang nyamuk bila musim hujan.
"Lihat saja pak, sampah banyak berserakan dimana-man, air bah tidak mengalir dengan sempurna. Akibatnya jadi genangan air yang mengganggu lingkungan sekitarnya," ujar Zainollah.
Mahasiswa menuding, Program Kemitraan dan Bina lingkungan (PKBL) yang wajib hukumnya bagi perusahaan BUMN, tidak direalisasikan PT Garam. Untuk itu, KMS mengancam akan melakukan aksi demonstrasi terus-menerus, bila PT Garam tetap tidak mempedulikan kondisi lingkungan.
Para pendemo, yang notabene putra petani garam, mengancam akan mengusir PT Garam yang hanya mengeruk keuntungan dari Sumenep, tapi tidak memberikan kontribusi yang jelas terhadap masyarakat sekitar.
Humas PT Garam (persero), RB Farid Zahid membantah bila pihaknya dituding tidak peduli lingkungan. Diakuinya, semua program yang menjadi tanggungjawab perusahaan milik negara itu, sudah terlaksana dengan baik.
"Kami tidak setuju dengan tudingan mahaasiswa, karena dari 100 persen penghasilan perusahaan, 40 persennya sudah diagendakan pada program bina lingkungan, serta bantuan sosila terhadap korban bencana alam," bantah RB Farid Zahid.
Farid Zahid berjanji, akan memenuhi tuntutan pendemo, dengan membersihkan lingkungan yang dinilai menghambat saluran air. "Termasuk tuntutan transparansi penggunaan dana CSR, CD dan PKBL,’’ imbuhnya.
sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/13/lingkungan-jorok-pt-garam-didemo
Label:
kabarbumigaram,
news,
slide
08.11
Apa jadinya jika kita pingin isi pulsa atau ada temen kita yang tanya nomor kita tapi kita sendiri lupa. Jangan bersedih dulu, sebetulnya masih ada cara mengetahui nomor kita. Berikut cara mengetahui nomor sendiri beberapa Operator di Indonesia.
1. TELKOMSEL (Simpati dan Kartu As)
Cek Nomor tekan *808# lalu Call
Cek Pulsa tekan *888# lalu Call
2. XL (Axiata)
Cek Nomor tekan *123*7*3*1*1#
3. INDOSAT (Mentari dan IM3)
Cek Nomor tekan *777*8#
Cek Pulsa dan Masa Aktif tekan *555#
4. AXIS
Cek Nomor tekan *2#
Informasi Pulsa tekan *888#
5. TRI
Cek Nomor tekan *998#
Cek Pulsa tekan *123*8#
6. SMART
Cek Nomor tekan *551#
7. FREN
Cek Nomor ketik : STATUS lalu kirim ke 551
Sekian semoga bermanfaat,
salam dari ujung timur pulau Madura
Cara Cek Nomor HP Sendiri
Written By Edy Abujamil on Rabu, 01 Januari 2014 | 08.11
Apa jadinya jika kita pingin isi pulsa atau ada temen kita yang tanya nomor kita tapi kita sendiri lupa. Jangan bersedih dulu, sebetulnya masih ada cara mengetahui nomor kita. Berikut cara mengetahui nomor sendiri beberapa Operator di Indonesia.
1. TELKOMSEL (Simpati dan Kartu As)
Cek Nomor tekan *808# lalu Call
Cek Pulsa tekan *888# lalu Call
2. XL (Axiata)
Cek Nomor tekan *123*7*3*1*1#
3. INDOSAT (Mentari dan IM3)
Cek Nomor tekan *777*8#
Cek Pulsa dan Masa Aktif tekan *555#
4. AXIS
Cek Nomor tekan *2#
Informasi Pulsa tekan *888#
5. TRI
Cek Nomor tekan *998#
Cek Pulsa tekan *123*8#
6. SMART
Cek Nomor tekan *551#
7. FREN
Cek Nomor ketik : STATUS lalu kirim ke 551
Sekian semoga bermanfaat,
salam dari ujung timur pulau Madura
Label:
tipsdantrik
01.33


Desa Kumuh di tengah lahan BUMN
Written By Edy Abujamil on Selasa, 31 Desember 2013 | 01.33
Kumuh dan bau, itulah kesan pertama ketika melihat kondisi pinggiran Desa Pinggirpapas. Pinggirpapas adalah sebuah desa yang dikelilingi oleh lahan pegaraman. Letak geografis desa ini berada dalam Kecamatan Kalinget Kabupaten Sumenep. Dari lokasi ini PT.Garam (Persero) yang merupakan salah satu BUMN telah memproduksi jutaan ton garam untuk kebutuhan nasional.
Jumlah Penduduk desa ini hampir mencapai 5.000 jiwa dan di Desa Pinggirpapas sedikit sekali tanah lapang. Hampir seluruh tanah di desa ini dipenuhi rumah-rumah penduduk. Disudut-sudut desa terutama di pinggiran desa tampak sampah berserakan. Di pinggir sungai sampah ini bercampur dengan kotoran manusia, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Maklum mayoritas penduduk desa Pinggirpapas punya kebiasaan buang air besar di sungai. Jamban (WC Sungai) dapat kita lihat dibeberapa lokasi. Dan sebagian besar masyarakat desa ini tidak memiliki WC di rumah.
Sungai yang dulunya lebar dan dalam, beberapa tahun terakhir mulai mengalami pendangkalan akibat kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hal ini juga diperparah dengan ulah sebagian warga yang sengaja menimbun sungai untuk kemudian mendirikan rumah disitu. Alhasil sungai menjadi semakin sempit.
Ketika air surut kondisi jamban sungai ini sungguh sangat memprihatinkan, bahkan bisa dibilang pemandangan yang “mengerikan”. Betapa tidak, sampah berserakan hampir diseluruh bagian sungai bercampur dengan kotoran manusia.
Kesadaran akan pentingnya sungai yang dalam untuk keberlangsungan jamban (wc sungai) akhirnya mendorong warga di salah satu dusun. Warga RT 05 dan RT 06 Dusun Dhalem sempat bergotong royong untuk mengeruk sungai. Namun hal itu rupanya tidak bertahan lama, setahun kemudian sudah dangkal kembali. Warga dua RT ini juga pernah mengajukan proposal kepada PT.Garam (Persero) terkait pengerukan sungai. Namun bertahun-tahun mereka menunggu tak ada respon apapun dari pihak PT.Garam .
Kondisi ini rupanya mengundang kprihatinan dari mahasiswa yang tegabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumenep ( KMS ). Beberapa waktu lalu mereka terjun langsung untuk melihat kondisi desa ini dan sempat beraudiensi dengan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep serta sejumlah kepala bagian dan kepala dinas di Pemkab, namun belum juga ada perubahan.
Baru-baru ini tepatnya tanggal 13 Desember 2013 Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS) juga sempat mendemo kantor PT Garam (Persero) di Jalan Raya Kalianget. Mereka menuntut perusahaan terbuka soal dana CSR (Corporate Social Responcibility). Dan juga meminta perusahaan garam milik negara itu bertanggung jawab atas dampak lingkungan atau cominity development (CD).
Bahkan, mereka mensinyalir CSR sama sekali tidak dilaksanakan karena tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar. Namun Pihak PT.Garam (Persero) membantahnya, menurut pihak BUMN ini bukan hanya CSR saja, malah perusahan telah melaksanakan program kemitraan dan bina lingkungan.
Lalu jika semua itu benar, mengapa masyarakat banyak yang tidak tahu ? dan mengapa lingkungan mereka tetap saja kumuh..????
Label:
kabarbumigaram,
news,
slide
18.33

KBRN, Sumenep : Sejumlah Aktivis Mahasiswa Sumenep, Jawa Timur, Jum’at (13/12/2013) siang, berunjuk rasa ke Kantor PT Garam, Jl. Raya Kalianget, Kecamatan Kalianget.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) itu mempertanyakan realisasi dana Corporate Social Responcibility (CSR) dan tanggung jawab lingkungan atas dampak kegiatan produksi garam terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman.
”Selama ini, program CSR termasuk Comunity Devlopment CD yang dicanangkan PT Garam belum terlaksana dengan baik, bahkan sangat mungkin sama sekali tidak dilaksanakan karena tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ungkap Korlap Aksi KMS, Ahmad Zainullah.
Munurut Zainullah, program CSR dan Comunity Devlopment (CD) PT Garam tidak transparan, bahkan perusahaan negara itu ditengarai tidak melaksanakan program kemitraannya dengan masyarakat. Sejauh ini, Keberadaan PT Garam belum memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat, bahkan hanya memberikan dampak negatif salah satunya dengan membiarkan sampah plastik yang berserakan.
“Ini menjadi bukti bahwa PT Garam belum melakukan Bina Lingkungan, bahkan belum melakukan program kemitraannya terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman,” kata Zainullah.
Semestinya, lanjut dia, PT Garam selaku perusahaan Negara memberi contoh terhadap perusahaan lainnya terutama dalam hal melaksanakan program kemitraan dengan masyarakat dan kepedulian lingkungan di sekitar pegaraman. Beberapa kali, pihaknya mendatangi PT garam baik audiensi maupun aksi menuntut transparansi CSR, CD dan program kemitraan dengan lingkungan sekitar, namun hanya mendapat jawaban normatif.
”Kami minta PT Garam memberikan data secara terbuka mengenai realisasi program program CSR dan CD mengingat data tersebut merupakan bagian dari informasi yang diperbolehkan untuk publik,” tuntutnya.
Sementara Humas PT Garam, Farid Zahid usai menemui perwakilan KMS membantah jika PT Garam tidak melaksanakan program CD, CSR, termasuk program kemitraan dan bina lingkungan. Program tersebut dipastikan sudah terealisasi, hanya saja, PT Garam tidak mungkin membeber data secara detik yang diminta mahasiswa itu kecuali inti atau pokok program tersebut.
”Laporan pelaksanaan CD, CSR dan lainnya sudah disampaikan pada pengawas dan pimpinan perusahaan, jadi tidak mungkin saya memberikan seperti yang diinginkan Mahasiswa,” kata Farid. (Faisal Warid/HF)
sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/82182/Mahasiswa-Sumenep-Tuntut-Transparansi-CSR-PT-#.Ur4xuvs-_Fw
Mahasiswa Sumenep Tuntut Transparansi CSR PT Garam
Written By Edy Abujamil on Jumat, 27 Desember 2013 | 18.33
KBRN, Sumenep : Sejumlah Aktivis Mahasiswa Sumenep, Jawa Timur, Jum’at (13/12/2013) siang, berunjuk rasa ke Kantor PT Garam, Jl. Raya Kalianget, Kecamatan Kalianget.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) itu mempertanyakan realisasi dana Corporate Social Responcibility (CSR) dan tanggung jawab lingkungan atas dampak kegiatan produksi garam terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman.
”Selama ini, program CSR termasuk Comunity Devlopment CD yang dicanangkan PT Garam belum terlaksana dengan baik, bahkan sangat mungkin sama sekali tidak dilaksanakan karena tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ungkap Korlap Aksi KMS, Ahmad Zainullah.
Munurut Zainullah, program CSR dan Comunity Devlopment (CD) PT Garam tidak transparan, bahkan perusahaan negara itu ditengarai tidak melaksanakan program kemitraannya dengan masyarakat. Sejauh ini, Keberadaan PT Garam belum memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat, bahkan hanya memberikan dampak negatif salah satunya dengan membiarkan sampah plastik yang berserakan.
“Ini menjadi bukti bahwa PT Garam belum melakukan Bina Lingkungan, bahkan belum melakukan program kemitraannya terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman,” kata Zainullah.
Semestinya, lanjut dia, PT Garam selaku perusahaan Negara memberi contoh terhadap perusahaan lainnya terutama dalam hal melaksanakan program kemitraan dengan masyarakat dan kepedulian lingkungan di sekitar pegaraman. Beberapa kali, pihaknya mendatangi PT garam baik audiensi maupun aksi menuntut transparansi CSR, CD dan program kemitraan dengan lingkungan sekitar, namun hanya mendapat jawaban normatif.
”Kami minta PT Garam memberikan data secara terbuka mengenai realisasi program program CSR dan CD mengingat data tersebut merupakan bagian dari informasi yang diperbolehkan untuk publik,” tuntutnya.
Sementara Humas PT Garam, Farid Zahid usai menemui perwakilan KMS membantah jika PT Garam tidak melaksanakan program CD, CSR, termasuk program kemitraan dan bina lingkungan. Program tersebut dipastikan sudah terealisasi, hanya saja, PT Garam tidak mungkin membeber data secara detik yang diminta mahasiswa itu kecuali inti atau pokok program tersebut.
”Laporan pelaksanaan CD, CSR dan lainnya sudah disampaikan pada pengawas dan pimpinan perusahaan, jadi tidak mungkin saya memberikan seperti yang diinginkan Mahasiswa,” kata Farid. (Faisal Warid/HF)
sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/82182/Mahasiswa-Sumenep-Tuntut-Transparansi-CSR-PT-#.Ur4xuvs-_Fw
Label:
bumigaram,
kabardesa,
kabardesaku
17.24
Sumenep,04/12 (mediamadura.com)- Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, ditangkap oleh pihak kepolisian kerena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rabu (04/12/13) sore.
Ketua Cabang PMII Sumenep Imam Syafii melalui sambungan teleponnya mengatakan, sekitar 20 kadernya saat ini berada di Mapolres setempat, karena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan SBY.
“Saat ini 20 kader kami ditahan oleh pihak kepolisian, karena melakukan aksi unjuk rasa kedatangan SBY,” katanya.
Imam sapaan akrabnya juga mengatakan, aksi penolakan kedatangan SBY itu dilakukan karena orang nomor satu di Republik Indonesia itu dianggap gagal memimpin Indonesia.
“SBY telah gagal memimpin Indonesia, dan kami menolak kedatangannya di Sumenep,” paparnya.
Sehingga imam meminta kepada aparat kepolisian segera membebaskan aktifis PMII yang ditahan itu.
“Kami sangat kecewa atas perlakuan aparat kepolisian yang telah bersikap represif kepada kami, sebab sahabat-sahabat PMII Sumenep tidak anarkis, dan kami melakukan aksi damai,” katanya dengan kecewa.
Imam yang sebelumnya ditahan di Polres Sampang karena melakukan aksi yang sama, meminta agar Aktifis PMII yang ditahan itu tidak diperlakukan seperti teroris, sebab aktifis PMII adalah mahasiswa yang menyalurkan aspirasinya, dan hal itu dilindungi oleh undang-undang.(EA/MM)
sumber : http://mediamadura.com/aksi-tolak-kedatangan-sby-puluhan-aktifis-pmii-sumenep-ditangkap/
Aksi Tolak Kedatangan SBY, Puluhan Aktifis PMII Sumenep Ditangkap
Written By Edy Abujamil on Jumat, 06 Desember 2013 | 17.24
Sumenep,04/12 (mediamadura.com)- Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, ditangkap oleh pihak kepolisian kerena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rabu (04/12/13) sore.
Ketua Cabang PMII Sumenep Imam Syafii melalui sambungan teleponnya mengatakan, sekitar 20 kadernya saat ini berada di Mapolres setempat, karena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan SBY.
“Saat ini 20 kader kami ditahan oleh pihak kepolisian, karena melakukan aksi unjuk rasa kedatangan SBY,” katanya.
Imam sapaan akrabnya juga mengatakan, aksi penolakan kedatangan SBY itu dilakukan karena orang nomor satu di Republik Indonesia itu dianggap gagal memimpin Indonesia.
“SBY telah gagal memimpin Indonesia, dan kami menolak kedatangannya di Sumenep,” paparnya.
Sehingga imam meminta kepada aparat kepolisian segera membebaskan aktifis PMII yang ditahan itu.
“Kami sangat kecewa atas perlakuan aparat kepolisian yang telah bersikap represif kepada kami, sebab sahabat-sahabat PMII Sumenep tidak anarkis, dan kami melakukan aksi damai,” katanya dengan kecewa.
Imam yang sebelumnya ditahan di Polres Sampang karena melakukan aksi yang sama, meminta agar Aktifis PMII yang ditahan itu tidak diperlakukan seperti teroris, sebab aktifis PMII adalah mahasiswa yang menyalurkan aspirasinya, dan hal itu dilindungi oleh undang-undang.(EA/MM)
sumber : http://mediamadura.com/aksi-tolak-kedatangan-sby-puluhan-aktifis-pmii-sumenep-ditangkap/
Label:
kabardesa


